Minggu, 29 Januari 2012

My diet journal


Setelah 4 tahun berada di luar negeri untuk menggali ilmu tentang makan atau makanan akhirnya sang kakak tersayang pulang ke Indonesia. Senang sekali rasanya kakaku dapat menyandang gelar S3 di luar negeri dan pulang ke Indonesia dengan selamat. Tetapi di sisi yang menyenangkan pasti ada yang sangat tidak mengenakan. Yap, aku menjadi kelinci percobaan kakakku untuk berdiet dengan sehat agar tubuhku ideal. Mengapa harus aku yang menjadi kelinci percobaan? Yaahh, karena diantara semua keluargaku aku yang paling sering memakan coklat, mungkin bisa sampai 3 kali dalam satu hari, memakan camilan hingga tertidur, dan apapun yang bisa membuat tubuhku seperti sekarang ini. Tidak berbentuk. Dan ini jurnal dietku selama beberapa hari.
Yogyakarta, 16 april 2009
Hari pertama program dietku, ini sedikit menggangu sarafku. Dia dengan mudahnya mengganti menu makanku setiap hari. Tanpa daging sama sekali. Hanya dengan sayuran saja aku boleh makan. Setiap pagi aku makan nasi dengan sayuran, siangnya makan sayuran dengan nasi, dan malamnya aku hanya makan nasi dicampur dengan sayuran.
Bukanya aku membenci sayuran akan tetapi, aku lebih menyukai daging. Itu saja. Bukan hanya itu saja, aku dilarang memakan makanan yang berbau manis. Uh, selamat tinggal sahabat terbaiku, permen, coklat, kue keju dan temanmu yang lainya. Aku juga dilarang berkunjung di tempat paling menyenangkan di rumah ini dapur dan kulkas.
Apakah kau tahu siapa idolaku sekarang? Semua orang yang berbadan ideal dan berparas cantik. Apakah mereka juga malangsungkan program diet seperti yang aku lakukan? Dan apakah mereka mempunyai kakak seperti kakaku yang satu ini?

Yogyakarta, 21 april 2009
Tidak hanya makanan yang dia rubah dari hidupku, tetapi dia juga menerapkan sesuatu hal yang paling aku hindari selama ini. Olahraga. Mulai saat ini, setiap pagi, entah bagaimana caranya dia selalu berhasil membuatku hanya untuk berlari mengitari kompleks perumahanku saja. Dia tidak menerima apapun alasan dariku, aku masih ngantuk karena menonton film terlalu malam hingga aku lelah karena mengerjakan tugas, semua itu tidak berhasil untuk membuat dia meloloskanku mengikuti lari pagi tersebut. Aku sempat iri dengan tetanggaku, saat pagi buta, dan tetanggaku masih memeluk guling kesayangan mereka dengan berbalut selimut aku bersama kakaku malah berlari mengitari kompleks perumahanku dan melewati rumah para tetangga yang masih sangat sepi.kenapa aku harus mempunyai kakak sekeras kepala seperti dia?

Yogyakarta, 25 april 2009
Aku mengeluh pada ibuku bahwa aku tidak bisa mengikuti pola hidup yang terlalu sehat seperti ini. Aku berkilah bahwa aku sudah tidak punya masukan energi yang cukup untuk mengerjakan semua tugas –tugas sekolahku. Kakaku yang mendengar keluhanku itu Cuma tertawa. Katanya pola makan yang seperti ini justru akan membuat seseorang lebih bertenaga dan lebih segar dalam menjalani rutinitas sehari harinya. Jadi, tebak pendapat siapa yang lebih didengarkan? Seorang kelinci percobaan atau seseorang yang baru menyandang gelar di bidang makanan?
Sebenarnya, jauh di lubuk hatiku yang paling dalam. Harus aku akui dia benar. Akan tetapi itu tetap bukan merupakan alasan untuk mengorbankan indra perasaku.
Ibu mencoba menghiburku, “kamu sudah lebih dari seminggu ikut pola makan yang dianjurkan oleh kakakmu. Kamu sudah kehilangan sesuatu bukan?”
Aku mengangguk dengan lesu bahwa satu satunya yang hilang adalah selera humorku.

Yogyakarta, 27 april 2009
Tidak mampu menulis apa-apa. Pengaruh diet sudah mulai menjalar ke otakku. Sebaiknya aku menenangkan pikiranku terlebih dahulu.

Yogyakarta, 1 mei 2009
Sudah selama dua minggu aku menjalani diet ini dan dua hari terakhir ini, bahkan mimpiku pun sudah mulai dipengaruhi diet sialan ini.
Dua hari yang lalu, aku bermimpi bahwa aku mempunyai banyak uang dan aku bisa membeli semua makanan yang aku mau. Aku mengunjungi semua restoran fastfood yang ada disitu. Mulai dari kentang goreng sampai burger. Hmm, bahkan menulis dua kata itu bisa membuat aku menitikan air liur. Sebelum aku sempat menyantapnya, tiba-tiba burger dan kentang goreng itu berdering dan sesaat kemudian aku sudah kembali terbaring di tempat tidur sementara jam weker yang tadi malam sudah disetel berbunyi dengan nyaring di samping tempat tidurku.
Kemarin, ketika aku mengharapkan mimpi yang sama terulang kembali, yang terjadi adalah kebalikanya. Aku datang menghampiri meja makan rumahku dan seperti biasa hendak menyantap sarapan dari sayuran itu ketika tiba-tiba aku menyadari bahwa gigiku bertambah penjang dan telinga menjadi membesar. Di atas mulutku tumbuh kumis panjang dan aku memakan sayuran itu dengan cara menggerigitinya. Kakakku yang berada di hadapanku berkata dengan tenangnya, “hati-hati kalau mau keluar, musim berburu kelinci sudah tiba.”
Aku bangun bahkan sebelum jam weker itu berbunyi.

Yogyakarta, 5 mei 2009
Akhirnya hari ini aku sudah tidak tahan lagi. Di sekolah sewaktu istirahat, aku membeli sebatang cokelat berukuran besar dan menikmatinya perlahan-lahan. Rasanya enak sekali. Coklat terbaik yang pernah kurasakan. Aku ingin membeli satu lagi tetapi aku takut bahwa nanti aku tidak berselera untuk makan siang yang sudah disediakan di rumah.
Ketika aku pulang, aku menemukan ibuku dan kakakku sedang bersiap untuk makan. Ya ampun, karena begitu ingin menikmati cokelat, maka aku lupa bahwa hari ini adalah hari sabtu dan kakakku tidak pernah bekerja pada hari itu. Semoga dia tidak tahu akan hal ini.
Aku berganti baju dan ikut duduk di meja makan. Ketika aku mengucapkan kata pertama dari mulutku,  kakakku mengetahui bahwa aku telah memakan cokelat. Dari mana dia tahu? Apakah dia memiliki radar siapa yang memakan cokelat ataukah dia memiliki hidung yang lebih tajam dari sebuah anjing pelacak kepolisian? Mukaku sudah terbukti bersalah, karena itu percuma saja aku menyangkal.
Saat itu juga, ibuku berjanji pada tanggal 16 mei nanti ibuku akan membelikan kami masing-masing 5 CD lagu pilihan kalian sendiri. Aku pun mengulurkan tangan kepada kakaku tanda sepakat dan dia menerimanya.
Yogyakarta, 10 mei 2009
Beratku sudah mulai berkurang akan tetapi penderitaan yang aku tanggung semakin parah. Aku mulai mengalami halusinasi. Semua benda yang kulihat mulai menyerupai makanan. Kadang-kadang melihat donat sedang memantul-mantul dari dinding ke dinding. Pizza terbang laksana UFO di atas kepalaku.
Salah satu musuh terbesarku dalam diet ini selain kakakku adalah timbanganberat badan. Aku selalu merasa bahwa betapapun beratku turun, jarumnya tetap akan menunjukan angka yang sama. Hal ini semakin parah pada beberapa hari terakhir ini. Aku mengalami halusinasi bahwa timbangan itu bisa berbicara.
Kemarin, ketika aku naik dia atasnya, dia berkata, “berat anda sudah ideal....untuk seekor gajah.”
Kemudian hari ini, di pagi hari, dia berucap, “maaf timbangan ini tidak dapat digunakan oleh dua orang sekaligus.”
Siangnya, aku mendengar perkataan ini keluar dari timbangan itu, “hei, kenapa tiba-tiba disini sudah berdiri sebuah bangunan pencakar langit?”
Yang paling parah adalah apa yang dikatakanya di waktu sore hari, “hari yang tenang di negeri timbangan, tetapi tiba-tiba sebuah bayangan raksasa menutupi daratanya....”
Sejak saat itu, aku tidak pernah mau menimbang berat badanku lagi, kecuali jika disuruh.

Yogyakarta, 13 mei 2009
Berat badanku mulai berkurang. Aku bisa merasakanya. Akan tetapi efek sampingnya adalah bahwa siksaan itu semakin menjadi. Yang paling berat adalah iklan-iklan makanan yang muncul di televisi. Aku takut jika kebetulan menonton, maka aku tergoda dan berbuat curang lagi.
Salah seorang temanku memberikan usul begini “bagaimana kalau kamu berpura-pura untuk tidak diet, lalu kamu berbuat curang dengan ikut diet?”
Aku sudah tahu bahwa temanku itu dari dulu sudah agak “aneh”.  Cuma sampai saat ini buktinya belum ada.

Yogyakarta, 16 Mei 2009
Aku lulus! Tadi siang aku dan kakakku diantar ibu untuk membeli lima CD lagu pilihan kita. Ketika sedang memilih-milih album lagu yang ada di sana, kakakku berbisik kepadaku, “tuh lihat ada hasilnya. Kita berdua dibelikan sepuluh CD lagu sebagian besar berkat usaha kamu. Aku bangga punya adik kayak kamu yang berpendirian teguh dan tidak mau menyerah. Lihat hasilnya, kamu berpisah dengan beberapa kilogram tubuhmu.”
Aku hanya tersenyum simpul. Kau tidak tahu sesuatu hal, kakakku yang baik. Dalam beberapa hari ini kau akan bertemu lagi dengan MEREKA. 

0 komentar:

Posting Komentar